Home > Pemahaman Kitab Suci, Renungan > Salah tafsir: Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya

Salah tafsir: Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya

Lembaga Alkitab Indonesia-Terjemahan Baru (LAI-TB):
Amsal 10:22 Berkat TUHANlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

Kadang saya mendengar orang bersaksi (sharing) menceritakan keberhasilan/berkat ‘ekonomi’nya dengan mengutip ayat tersebut.

Ayat tersebut dimaknai bahwa kekayaan/harta/berkat-jasmani, adalah berkat dari Tuhan dan susah payah kita, tidak akan menambah kekayaan itu. Jadi ayat itu mendukung keyakinan seseorang bahwa “mengandalkan TUHAN, itu jauh lebih baik daripada SUSAH-PAYAH berusaha mencari/mengumpulkan kekayaan”

Benarkah Amsal 10:22 itu bermakna demikian? TIDAK BENAR!!

Mari kita periksa terjemahan Kitab Suci yang lain, saya kutipkan dari LAI-Terjemahan Lama:

Amsal 10:22 Bahwa berkat Tuhan juga yang menjadikan kaya, dan tiada disertainya dengan kedukaan

dari King James Version (KJV):

Proverbs 10:22 The blessing of the LORD, it maketh rich, and he addeth no sorrow with it.

dari Kitab Suci Indonesian Literal Translation (KS-ILT):

Amsal 10:22 Berkat YAHWEH menjadikan kaya, dan Dia tidak menambah kesusahan dengannya.

Dari ketiga versi selain LAI-TB, jelas khan.. arti ayat itu, bahwa jika kekayaan kita itu berasal dari YHWH (TUHAN — huruf besar semua), maka dalam kekayaan itu tidak disertai dengan kesusahan (akibat) kekayaan itu.

Contoh kekayaan yang disertai dengan kesusahan:
Orang berhasil membeli mobil baru, dikendarai di jalan raya, kemudian kecelakaan mengakibatkan kematian orang yang bersangkutan. (kekayaan menjadi “kutuk”)

Orang punya rumah bagus, tapi kemudian menderita/mati karena dirampok orang. Oh ya, saya pernah punya teman, cukup kaya, tapi akhirnya mati karena suatu penyakit, dan selama pengobatan penyakitnya itu, ratusan juta dikeluarkan untuk membayar biaya perawatan. Sekarang semua kekayaan yang masih tersisa ditinggalkannya. (tapi masih untung meninggalkan kekayaan berupa tanah, rumah, mobil, motor dan lain-lain; jauh lebih baik daripada mati meninggalkan hutang, atau mati meninggalkan koleksi “kekayaan” gambar/video porno di komputernya, hahahaha….)

Ya, masih banyak contoh-contoh kejadian yang dapat kita “nikmati” setiap saat, dimana orang menjadi susah karena kekayaannya.

Jadi.. KALAU BISA, ya berhasil kaya (karena berkat Tuhan) dan bahagia (tidak susah karena kekayaan itu)

Siapa ingin kaya? Silakan berkomentar, hahaha…

Advertisement
  1. Santo
    July 11, 2010 at 11:43 pm | #1

    Kitab Amsal adalah kitab syair/puisi, tentu kalau mau memaknai syair/puisi, tidak bisa memaknai seperti memaknai cerita (narasi) ataupun surat….^0^
    Hanya orang yang kurang mengetahui puisi/syair dan menginterpretasikannya sebagai pernyataan cerita/surat-lah yang tidak bijak…^0^

    Amsal 10
    10:4. Tangan yang lamban membuat miskin, tetapi tangan orang rajin menjadikan kaya.

    Amsal 10
    10:15. Kota yang kuat bagi orang kaya ialah hartanya, tetapi yang menjadi kebinasaan bagi orang melarat ialah kemiskinan.

    Amsal 10
    10:22. Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya.

    Dalam 1 perikop Amsal pasal 10, jelas bahwa kekayaan diperoleh dari kerajinan tetapi sebagai penutup tentang kekayaan Amsal 10:22, menyatakan bahwa kekayaan yang menurut anggapan orang datang dari kerajinan dan pekerjaannya sendiri sesungguhnya adalah tidak terlepas dari berkat Tuhan. Walaupun rajin jika Tuhan tidak memberikan berkat pada orang tersebut, bukankah sia2 belaka?

    Itulah makna Amsal10:22…..^0^

    Salam

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.